Generasi Buta Sejarah


Jika kita amati,anak-anak muda sekarang topik yang mereka bahas ketika sedang berkumpul tidak jauh dari pembahasan mengenai artis,trend lifestyle,teknologi dan lain-lain..Sekilas memang terlihat cukup positif.Mereka membahas sesuatu yang sedang menjadi trend agar tidak dikatakan kudet.Hal ini memang tidak bisa dipungkiri lagi akibat dari arus perkembangan teknologi yang semakin pesat yang mengharuskan tiap orang untuk selalu update terhadap apa yang terjadi.Namun sayang,ada suatu sisi yang tak disadari oleh generasi ini yang sisi itu sekarang sudah mulai diabaikan bahkan ditinggalkan.Sisi yang menentukan bagaimana seharusnya generasi ini melangkah ke depannya.Cerminan masa lalu yang dijadikan pedoman untuk melangkah ke depan agar tidak salah jalan.Sisi itu adalah Sejarah.Generasi ini sudah lama meninggalkan pembahasan-pembahasan tentang sejarah.Forum-forum sejarah sudah sepi peminat.Kalah telak dengan forum-forum yang membahas masalah teknologi terbaru,trend lifestyle dan lain-lain.Pelajaran sejarah menjadi pelajaran yang sangat membosankan disebabkan ceramah-ceramah panjang seperti dongeng pengantar tidur.Keadaan yang terjadi pada generasi ini kalau tidak berlebihan rasanya,istilah yang rasanya cocok untuk menggambarkan keadaan generasi ini adalah “GENERASI BUTA SEJARAH”.
Itulah yang terjadi pada generasi ini.Generasi yang tidak tau sejarah.Generasi yang tidak kenal siapa mereka sebenarnya.Masih banyak lagi istilah-istilah yang menggambarkan keadaan generasi ini.Namun,istilah ini lah yang pas untuk menggambarkan keadaan sekarang ini dan yang akan menjadi topik pembahasan.Ironis memang,pemuda-pemuda saat ini lebih mengenal Justin bieber,Lady Gaga,Raisa,Afgan ketimbang tokoh-tokoh ulama  dan sahabat-sahabat nabi seperti Salman Al Farisi,ahli strategi yang menjadi kunci kemenangan perang Khandak.Zubair bin Awwam,pemuda berumur 20 tahun yang diangkat RasulAllah sebagai panglima melawan romawi. KH.Hasyim Asy’ari,seorang pejuang kemerdekaan dan pendiri NU.Buya Hamka,tokoh yang walaupun di penjara oleh pemerintah saat itu tapi mampu berkarya dan melahirkan kitab tafsir yang berjudul tafsir Al Azhar dan masih banyak lagi.
Tak pernah kita atau mungkin saja belum menemukan ketika anak-anak muda sedang berkumpul yang mereka bahas yaitu mengenai sesuatu yang berbau keilmuaan seperti misalnya mereka membahas peran-peran ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan.Ada rasa kerinduan tersendiri ketika mengharapkan hal ini terjadi.Begitu indah rasanya melihat seandainya yang mereka bicarakan ketika sedang berkumpul santai yang mereka bicarakan hal yang berkaitan dengan keilmuan.Kerinduan ini didasari oleh kerinduan ingin mengahadirkan kembali suasana di tengah masyarakat khususnya pemuda yang sangat mencintai ilmu pengetahuan yang sering disebut dengan istilah ”Scientific society”.
Ini pernah terjadi saat zaman Rasul.Di mana masyarakat saat itu sangat cinta bahkan bisa dikatakan sangat haus akan ilmu pengetahuan.Tidak akan ditemukan suatu perkumpulan saat itu melainkan yang mereka bahas pasti mengenai sesuatu yang berkaitan dengan ilmu.Begitu luar biasanya RasulAllah membimbing dan mendidik bangsa arab yang saat itu tidak memiliki peradaban,terkenal suka berperang antar kabilah,dalam waktu singkat,kurang lebih 20 tahun dapat mengubah itu semua menjadi generasi emas,generasi terbaik yang pernah ada di muka bumi ini.Sebuah peradaban yang tak pernah diperhitungkan sama sekali,sebuah peradaban yang bisa dikatakan baru seumur jagung namun mampu mengalahkan 2 peradaban besar dan tua yaitu Persia dan Romawi.Kita kagum sekaligus heran dengan metode yang digunakan RasulAllah dalam mendidik para sahabat.
Jika kita sadari,sejarah seharusnya menjadi menjadi mata pelajaran pokok yang diajarkan di sekolah-sekolah.Di Amerika,sejarah merupakan mata pelajaran pokok yang di ajarkan.Tidak heran jika Amerika mampu menguasai negara-negara tanpa melalui perang terbuka.Edward W.Said mengatakan” Orang-orang Eropa dan AS menjadikan Timur layaknya papan tulis, yg jejak-jejaknya bisa dihapus, agar kita bisa tinggal di sana dan memaksakan  nilai-nilai kita untuk diikuti oleh mereka yg tinggal di dalamnya.”Jika kita tarik kesimpulan sederhananya,ketika kita ingin menguasai suatu negara tanpa melakukan perang terbuka,pelajari sejarahnya,putus hubungan mereka dengan sejarah mereka,buat sejarah baru tentang mereka yang palsu,susupi sejarah palsu itu ke mereka,maka salah satu kunci untuk menguasai sebuah negara sudah di dapatkan.Kesimpulan ini relevan dengan ucapan Edward W.Said di atas.Pengiriman orang-orang Eropa untuk belajar ke timur khususnya kawasan kekuasaaan islam atau yang sering disebut orientalis secara tidak langsung menjadi kunci kesuksesan barat menguasai dan memecah belah islam saat itu.
Para orientalis ini bagaikan 2 sisi mata pisau.Di satu sisi para orientalis ini belajar ke timur karena terpukau dengan kemajuan peradaban islam saat itu yang berbanding terbalik dengan peradaban barat saat itu yang bisa dikatakan sangat jauh tertinggal dari peradaban islam.Diharapkan nantinya para orientalis ini mampu menerapkan ilmunya ini untuk memperbaiki keadaan eropa saat itu.Sebagai contoh,di saat jalan-jalan di Bagdad sudah diberi aspal dan lampu jalan yang sangat indah untuk menerangi jalanan saat itu,di Paris dan London jalanan di sana masih beralaskan tanah yang jika hujan akan membuat genangan-genangan yang menggangu perjalanan.Tentu ini berdampak positif bagi islam maupun non islam.Ini sesuai dengan konsep ajaran islam yang Rahmatan Lil Aalamin bahwa islam harus menjadi rahmat bagi seluruh umat bukan hanya untuk umat islam,tapi umat di luar islam.
Di sisi lain lagi,ini membawa dampak negatif bagi islam,seperti yang dikatakan Edward W Said” Meskipun kajian orientalis nampak obyektif dan tanpa interes (kepentingan), namun ia berfungsi untuk tujuan politik”Sebenarnya tujuan utama mereka adalah mengetahui kelemahan-kelemahan islam dan akhirnya  menghancurkan islam.Tujuan yang ingin “menerapkan ilmunya ini untuk memperbaiki keadaan eropa” itu hanya sebuah kedok untuk menutupi tujuan utama mereka. Mengutip pendapat Syaikh Yusuf Al Qardhawi mengenai sejarah”Sejarah merupakan memori umat.Oleh karenanya para musuh umat ini senantiasa berusaha menghapusnya dari ingatan kita,agar kita tersingkirkan dari masa lalu dan kegemilangan yang pernah kita capai,lalu kita dipaksa menghapus keagungan dari sejarah,tradisi,dan peradaban kita”Apa yang diungkapkan Syaikh yusuf Al Qardhawi sangat sesuai dengan kenyataanya.Dalam perjalanannya,islam selalu menghadapi para-para musuhnya yang berusaha meredupkan cahaya islam.Terutama sekali orang-orang yang paling keras permusuhannya  dari golongan nasrani dan yahudi. Dalam Al Quran surat Al Baqarah:120 yang berbunyi” Dan orang-orang Yahudi Nasrani tidak akan rela kepadamu(Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama merka”.Bahwa mereka tidak akan pernah rela islam berjaya di muka bumi ini dan selalu berusaha memadamkan cahaya agama ini.
Salah satu upaya nyata mereka untuk mengaburkan dan memutuskan umat ini dari sejarah kegemilangannya mengenai penemu benua Amerika.Sejarah yang beredar mengatakan bahwa Cristoper Columbus lah yang menemukan benua Amerika.Ini merupakan sebuah kebohongan nyata yang senagaja dibuat oleh musuh-musuh islam untuk menghilangkan kegemilangan islam.Kenyataanya penemu benua Amerika yang sesungguhnya adalah seorang Laksamana islam yang berasal dari dinasti Ming yang bernama Zheng He atau yang kita kenal dengan Laksamana Cheng Ho.Beliau lah orang yang pertama kali menemukan benua Amerika ketika sedang melakukan ekspedisi bersama armada pasukannya.Karena memang saat itu Cina khususnya dinasti Ming sedang mengadakan ekspedisi-ekspedisi besar dalam rangka berdagang,diplomasi dan lain-lain.Salah 1 bukti yang menguatkan bahwa Laksamana Cheng Ho penemu benua Amerika sekaligus sebagai bukti yang melemahkan pendapat bahwa Colombus lah penemu benua Amerika Adalah ditemukannya sebuah salinan peta berusia 600 tahun yang ditemukan di sebuah toko buku loak oleh seorang pengacara yang bernama Liu Gang.Penemuan peta ini juga diperkuat lagi oleh seorang penulis yang bernama Gavin Menzies.Ia mengatakan”Kisah tradisional bahwa Columbus menemukan ‘dunia Baru’ adalah fantasi belaka,”kata dia seperti dimuat Daily Mail,8 Oktober 2013.Ia juga menambahkan ,bahwa ia yakin Columbus memiliki salinan peta Cheng ho saat mengarungi samudera menuju Amerika.Sebelumnya,si penemu peta,Liu mendapatkan pengakuan dari balai lelang Christie bahwa dokumen kunonya yang dari abad 18,bukan palsu.Jika memang peta tersebut milik laksamana Cheng Ho,maka pendapat yang mengatakan Colombus penemu benua Amerika terbantahkan karena Colombus “Menemukan” Amerika berkat bantuan peta yang di buat Laksamana Cheng Ho.Tidak ada sama sekali bukti kuat yang mennyatakan bahwa Colombus lah penemu benua Amerika.Yang ada malah sebaliknya,bukti menunjukan bahwa Laksamana Cheng Ho lah penemu benua Amerika.
Sampai saat ini seharusnya kita sudah sadar bahwa kita sudah sangat jauh atau bisa dikatakan terputus dengan masa lalu kita yang sangat gemilang.Kita sudah lupa bahwa islam pernah jaya dan cahayanya menerangi hampir seluruh muka bumi ini.Tujuan mereka melakukan semua ini hanya satu,menghancurkan islam.Allah dalam surat Thaha:99 “Demikianlah kami kisahkan kepadamu(Muhammad)sebagian kisah (umat)yang telah lalu,dan sungguh,telah kami berikan kepadamu suatu peringatan (Al Quran) dari sisi kami”.Allah sudah memperingatkan kita agar selalu mengambil ibrah dari sejarah kaum-kaum terdahulu agar kita tidak binasa seperti mereka dan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Sampai kapan kita mau seperti ini terus?Sudah saatnya kita bangun dari tidur lelap kita dan bergerak melawan mereka.Sudah saatnya sejarah menjadi pelajaran pokok di negeri ini agar kita tidak mudah dibodohi dan dijajah oleh bangsa lain.Terakhir sebagai penutup,mengutip pendapat Syaikh Yusuf Al Qardhawi”Sesungguhnya sejarah sebuah kaum adalah materi utama untuk mendidik generasi penerusnya,terutama jika umat yang bersangkutan adalah umat yang berperadaban tinggi serta memiliki peranan besar dalam memajukan dunia”

Wallahu A’lam Bishawab





Komentar